Senin, 30 April 2012

Tekad Hidayat Membersihkan Jakarta dari Korupsi

Jakarta, Hidayat Nurwahid maju berpasangan dengan Didik J Rachbini guna meraih kursi Gubernur DKI Jakarta. Selain program penataan kota, Hidayat juga mempersiapkan sejumlah program antikorupsi. Hidayat ingin membentuk clean government.

"Saya ingin clean government, reformasi, dan penegakkan hukum bisa dihadirkan," jelas Hidayat saat berbincang di kantor redaksi detikcom di Warung Buncit, Jaksel, Jumat (20/4/2012).

Hidayat ingin, pemerintahan di Jakarta dijalankan dengan prinsip kesadaran dan birokrasi yang bertanggung jawab. Korupsi tidak ada tempat di pemerintahan.

"Kita ingin Jakarta bebas korupsi," jelas Hidayat.

Bila sukses dan memenangi pilkada DKI, langkah awal yang dia lakukan adalah merangkul birokrasi selaku ujung tombak. "Jadi kita juga tidak ingin mendiskreditkan siapapun," tuturnya.

Bahkan Obama Pun Berguru Pada Hidayat Nur Wahid


Presiden Barack Hussein Obama menilai, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid  adalah tokoh muda yang cemerlang dan pemimpin baru bagi Indonesia."Di mata Obama, tokoh PKS ini adalah pemimpin baru untuk Indonesia. Ia sederhana dan cerdas," ujar Obama sebagaimana dituturkan Inung Nugroho, wartawan ABC, Australia
Presiden Barack Hussein Obama menilai, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid  adalah tokoh muda yang cemerlang dan pemimpin baru bagi Indonesia."Di mata Obama, tokoh PKS ini adalah pemimpin baru untuk Indonesia. Ia sederhana dan cerdas," ujar Obama sebagaimana dituturkan Inung Nugroho, wartawan ABC, Australia.
Inung menjelasakan, komentar itu meluncurkan dari mulut Obama ketika ia menyelenggarakan acara talk shaw pada 2004 yang dihadiri Obama-saat itu ia masih sebagai senator- para tokoh
partai politik, pengamat, dan United Nation Development Programme (UNDP). 
Menurutnya, Obama terpilih sebagai presiden Amerika Serikat (AS) lantaran ia berguru dari kepribadian Hidayat Nur Wahid. "Obama melihat mantan Presiden PKS ini sederhana, pintar, dan visi kenegaraannya bagus. Obama belajar dari pribadi Dr. Hidayat Nur Wahid," kata wartawan yang juga seniman ini.
Sosok dan pemikiran Hidayat, sambung dia, kini dibutuhkan Indonesia sebagaimana Obama dibutuhkan AS. "Muda, energik, dan mampu memelihara kerukunan bangsa," tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan seniman senior Solo, Agus Sunaryo Damarhusada, saat peluncuran dan pelantikan “Sahabat Hidayat”, di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo, Senin 29 Desember 2008. Menurutnya, Hidayat merupakan tokoh bangsa yang sederhana. Dari kesederhaannya itu adalah keistimewaannya. "Tiada keistimewaan melainkan kesederhaan. Tiada kesederhaan melainkan keistimewaan. Bapak Hidayat Nur Wahid itu orangnya sederhana, tinggal memperbanyak sahabatnya," ujarnya.
Ayah tiga anak ini mengaku bukan anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tapi sebagai warga negara, ia merasa kagum dengan kehadiran Hidayat di panggung politik. "Ia bersih dan patut memimpin negeri ini. Negara dan bangsa ini menjadi sejahtera, susah, aman, damai, konflik, dan sebagainya tergantung pemimpinnya," imbuhnya. (Saifuddin)

Metro Naik Transjakarta, Hidayat Ikut Antre Lama


VIVAnews - Dalam rangka hari angkutan umum nasional, calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Hidayat Nur Wahid, berkeliling Jakarta dengan KRL Jabodetabek dan bus Transjakarta. Mantan Ketua MPR RI periode 2004-2009 itu sengaja berdiri saat naik dua angkutan massal itu.

Berdasarkan pantauan VIVAnews, Hidayat Nur Wahid naik kereta dari Stasiun Kalibata dan turun du Stasiun Gambir. Saat berada di KRL, Hidayat menyapa beberapa penumpang dan bertanya apakah KRL sudah cukup nyaman sebagai moda transportasi massal.

Setelah turun, Hidayat yang keliling dengan menggunakan baju batik oranye sebagai kostum resmi kampanye mereka, langsung menuju halte Busway Gambir. Mantan Presiden PKS itu naik Transjakarta menuju kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Saat transit di Halte Harmoni, kondisi halte yang sesak membuat Hidayat terpaksa ikut antre dan berjejalan dengan para penumpang lain yang akan naik bus TransJakarta. Sekitar 15 menit Ia antre sebelum naik bus.

Menuju kawasan Mampang, Hidayat tampak terus berdiri dan menyapa para penumpang. Meski harus mengantre, Hidayat mengaku tidak lelah dan sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini.

"Biasa saja, saya di Jakarta dari tahun 1962, sudah biasa naik bajaj, metromini, dan mikrolet, jadi tak aneh untuk saya berdesakan," kata Hidayat.

Meski demikian, Hidayat tetap mengeluarkan kritikan dengan kondisi ini. Menurutnya, antrean panjang seperti ini tidak terjadi bila armada Transjakarta ditambah.

"Harusnya ini tidak terjadi. Meski antre, harus lebih manusiawi," kata Hidayat.

Acara keliling Jakarta naik KRL Jabodetabek dan bus TransJakarta, Hidayat didampingi Anggota DPRD DKI Jakarta, Igo Ilham, beberapa anggota dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan anggota Busway Mania. (adi)
sumber: http://metro.vivanews.com/news/read/307565-naik-transjakarta--hidayat-ikut-antre-lama

Sabtu, 28 April 2012

TETAP PARTAI DA’WAH, MESKI PKS TERUS DIFITNAH

Bayan Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil alamin wasshalatu wassalamu ‘ala sayyidil mursalin, nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Wa ba’du..

Fenomena partai da’wah PKS dalam blantika perpolitikan nasional telah mengundang banyak hal. Ada ketercengangan, ada pertanyaan, ada pula kekhawatiran bahkan kecurigaan. Menghadapi laju PKS di ranah politik sekaligus ranah da’wah, berbagai pihak melakukan ragam cara. Bertambah banyak yang simpati lalu mendukung, tapi tidak sedikit yang menebar halang rintang dengan langkah politis, bahkan ada yang menebar kedustaan dengan isu keagamaan. Cara yang terakhir ini berulang kali dimunculkan barbarengan dengan perjuangan politik PKS melalui pemilu legislatif dan pilkada.

Kedustaan (iftira) dengan isu keagamaan itu berupa sebutan atau stempel yang sembarangan dan sama sekali mengabaikan perintah Islam untuk klarifikasi (tabayyun) baik dengan meruju dokumen-dokumen PKS maupun dengan menanyakan secara langsung kepada pihak yang berkompeten di PKS. Kedustaan yang terbaru dibuat oleh yang menamakan dirinya Tim Taushiyah dan Maklumat pada hari Ahad 22 Sya’ban 1429 H/24 Agustus 2008 di salah satu Pesantren. Kami tidak sampai hati menuliskan sembilan nama Kiyai sebagai tim perumus yang sejatinya mukarramun. Inti dari taushiyah tersebut meminta masyarakat khususnya kalangan tertentu dari kaum muslimin, ’agar mewaspadai gerakan Wahabisme yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang bertujuan menghilangkan syari’at dan tradisi Yasinan, Tahlilan, Qunut dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta tradisi lainnya yang suka dilakukan Ahlussunnah Waljama’ah.

Sebagai partai da’wah yang berfungsi memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, PKS harus menjelaskan siapa ia sebenarnya. Sesuai AD-ART partai, lembaga yang berkompeten menjelaskan pandangan dan sikap keagamaan PKS adalah Dewan Syari’ah. Sedangkan pandangan atau sikap keagamaan kader PKS secara individual tidak mencerminkan pandangan dan sikap partai. Berikut ini pandangan resmi Dewan Syari’ah Pusat PKS tentang beberapa masalah keagamaan yang telah dipolitisir.

1. PKS dan Ahlussunnah Wal Jama’ah
Sebagai partai dakwah PKS berpegang teguh kepada aqidah ahlussunnah waljamaah dengan sumber rujukan utama sebagaimana termaktub dalam Ittijah Fiqih Dewan syari’ah PKS, berupa Mashadir Asasiyah (sumber hukum primer) yang disepakati oleh Jumhur Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah, yaitu al-Qur’an, Sunnah yang suci, ijma’ dan qiyas.

2. PKS dan ’Wahabisme’
Tidak ada hubungan antara PKS dengan ’Wahabiyah’, yaitu gerakan yang dipimpin Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di negeri Hijaz yang bertujuan untuk memurnikan ’aqidah dari Takhayul, Bid’ah dan Khurafat (TBC), berkerja sama dengan Malik Abdul Aziz dan menggunakan berbagai cara dari yang sifatnya halus sampai yang radikal. Jelas tidak ada hubungan historis karena PKS lahir pasca reformasi 1998. Tidak ada hubungan struktural organisatoris antara PKS dengan organisasi keagamaan di Saudi Arabia. Bahwa di antara pimpinan PKS pernah studi di Saudi Arabia, hal yang sama berlaku juga pada ormas Islam yang lain. Bahkan ada yang pendirinya pernah mukim di sana. Tapi tidak lantas ormas-ormas tersebut boleh dituduh sebagai pengusung ’Wahabiyah’.

3. Kolektivitas dan keberagaman di PKS
Sebagai partai da’wah yang berprinsip kejama’ahan, maka sifat kolektifitas menjadi ciri PKS yang mewadahi keberagaman, baik dalam rekruting kader maupun pandangan keagamaan dan politiknya.

Ketua Majelis Syura PKS KH. Hilmi Aminuddin alumni Universitas Islam Madinah, dekat dengan kalangan Persis.
Duta besar RI di Saudi Arabia Habib DR. Salim Segaf Al Jufri adalah seorang habib cucu pendiri Al Khairat dan salah seorang pendiri Partai Keadilan. Beberapa habaib yang lain fungsionaris PKS seperti Habib Abu Bakar Al Habsyi, Habib Nabil Al Musawwa, Habib Fahmi Alaydrus.
Presiden pertama Partai Keadilan DR. H. Ir. Nurmahmudi Ismail, MSc lulusan Amerika, berlatar belakang pesantren di Kediri yang kental ke NU-annya.
Presiden kedua Partai Keadilan dan PKS yang kini Ketua MPR RI DR. H. M. Hidayat Nurwahid, MA lulusan Universitas Islam Madinah, berlatar belakang Muhammadiyah.
Presiden PKS yang sekarang Ir. H. Tifatul Sembiring alumni sekolah tinggi teknik di Indonesia dan kursus manajemen politik di Pakistan punya latar belakang organisasi di PII.
Ketua MPP-nya Drs. H. Suharna Surapranata, MT lulusan UI dan Jepang berlatar belakang aktivis masjid kampus.
Ketua Dewan Syari’ah PKS KH. DR. Surahman Hidayat, MA tamatan universitas Al Azhar Mesir yang bermazhab Syafi’i, latar belakangnya NU dan PUI, sebelumnya PII dan HMI.
Beberapa anggota Dewan Syari’ah Pusat juga berlatar belakang NU seperti KH. DR. Muslih Abdul Karim, MA murid kesayangan KH. Abdullah Faqih, Langitan. H. Bukhari Yusuf, MA, sekretaris DSP, murid kesayangan KH. Noer Ahmad S, ahli Ilmu Falak NU. H. Bakrun Syafi’i, MA alumni Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta adalah murid kesayangan KH Ali Ma’shum. H. Amang Syafruddin, Lc, Msi alumnus Pesantren NU Cipasung, Tasikmalaya yang sering dipuji sebagai murid nomor 1.
Beberapa ulama seperti Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, MS (ketua Baznas), DR. Ahzami Samiun, MA. (putra dari tokoh NU, KH. Samiun Jazuli), Prof. DR. Ahmad Syathori (alumni pesantren Babakan Ciwaringin dan Buntet), adalah tempat bertanya dan rujukan kader PKS.

4. Furu’iyah di PKS
Da’wah PKS menekankan pada tema-tema besar yang bersifat prinsip (qadhaya ushuliyah). Ini supaya da’wah PKS bersifat mempertemukan mempersatukan (jami’ah-tajmi’iyah) dan tidak menimbulkan perselisihan/perpecahan (tafriqiyah). Ittijah fiqh (orientasi fikih) Dewan Syari’ah PKS mendahulukan fiqh persatuan (i-tilaf) daripada fiqh perbedaan (ikhtilaf). Menggali dan mengambil faidah dari khazanah fiqhiyah yang ada dengan prinsip ”Almuhafazhatu ’alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” mengambil pendapat klasik yang masih cocok dan pendapat baru yang lebih maslahat. Tapi dalam praktik keseharian memperhatikan harmoni dengan mazhab yang banyak dipraktikan yaitu madzhab Syafi’i. Mengedepankan cara kompromi (thariqatul jam’i) atas tarjih, dan menggunakan prinsip keluar dari khilafiah (khuruj ’anil khilaf) sejauh dimungkinkan. Kemudian terhadap perbedaan dalam masalah cabang (furu’) mengedepankan sikap toleran (tasamuh). Prinsip yang dipegang ”NATA’AWANU FIMA ITTAFAQNA ’ALAIHI WA YA’DZURU BA’DHUNA BA’DHAN FIMA IKHTALAFNA FIHI” – Bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati dan saling menghormati dalam hal-hal yang diperselisihkan.

5. Sikap PKS dalam masalah khilafiyah
Berikut ini beberapa masalah khilafiah/furu’iyah yang sering dijadikan alat untuk memfitnah PKS dan pandangan resmi Dewan Syari’ah Pusat PKS tentang itu.

a. Do’a Qunut
Bagaimanapun do’a qunut status hukumnya sunat. Yang disepakati adalah do’a qunut dalam shalat witir, qunut nazilah dalam shalat fardhu yaitu memohon tolak bala dari kaum muslimin dan mendo’akan bencana bagi musuh Islam. Adapun qunut shubuh tetap saja merupakan masalah khilafiyah. Masalah pilihan, paling tinggi posisinya antara rajih dan marjuh, bukan antara sunnah dan bid’ah. Jadi tidak ada bid’ah dalam qunut shalat fajar. Dan mengamalkan yang marjuh bisa menjadi pilihan jika membawa kemaslahatan dalam mu’amalah. Jadi bukan sikap plinplan, tapi cerminan sikap bijak dan cerdas. Secerdas Imam Muhammad bin al Hasan al Syaibani murid Imam Abu Hanifah yang melakukan qunut ketika ziarah ke Mesir dan menjadi imam shalat shubuh. Ini karena beliau menghormati Imam Syafi’i -imam madzhab yang dominan di Mesir. Dan sebijak Imam Syafi’i yang tidak qunut shubuh ketika beliau ziarah ke Imam Muhammad di Baghdad.
Dalam pengamalan di acara-acara PKS kadang qunut shubuh kadang juga tidak, tergantung imamnya. Dan itu tidak pernah ada masalah.

b. Membaca do’a dan tahlil untuk yang meninggal
Pada dasarnya membaca do’a untuk mayit dianjurkan (sunat). Berkat ikatan ’aqidah tauhid tidak terputus hubungan sesama muslim dengan yang sudah mati sekalipun. Dalam al Quran ada do’a ”Rabbanagfirlana wa li-ikhwanina alladzina sabaquna bil imani, wala taj’al fi qulubina ghillan lilladzina amanu.. rabbana innaka raufurrahim”. (QS 59: 10). Menghadiahkan bacaan Surah al Fatihah atau lainnya untuk mayit, atau mewaqafkan/menshadaqahkan sesuatu atas nama atau menujukan pahalanya untuk mayit merupakan amal shalih yang diterima, sesuai pendapat jumhur ulama. Istigfar, tasbih, tahmid dan tahlil merupakan bagian dari keseluruhan do’a yang dibaca. Waktu berdo’a untuk mayit tidak harus dibatasi pada waktu atau hari-hari tertentu, dan tidak boleh disyaratkan, sehingga pilihan waktunya lebih luang dan leluasa sesuai kesempatan atau kemampuan.

c. Perayaan maulid Nabi saw
Perayaan memperingati maulid Nabi Muhammad saw menurut sebagian riwayat, digagas oleh Sultan Salahuddin al Ayyubi di Mesir dalam rangka meningkatkan ruhul jihad umat Islam. Sampai hari ini Universitas Al Azhar sendiri mensyi’arkan peringatan maulid Nabi saw. Bagi kepala pemerintahan seperti Sultan Salahuddin, hal itu merupakan kebijakan yang sesuai syari’ah (siyasah syar’iyah), yang didefinisikan imam Ibnu Uqail sebagai perbuatan yang dilakukan karena lebih maslahat bagi masyarakat dan lebih menghindarkan mereka dari mafsadat, meskipun tidak pernah disabdakan atau dicontohkan oleh Nabi saw. Adapun bagi masyarakat muslim, peringatan maulid Nabi saw pertimbangannya adalah semata-mata kemaslahatan (mashlahah mursalah). Dasar pertimbangan maslahat ini juga yang menyeleksi ragam acara yang dipandang membawa maslahat. Tentu saja dalam konteks ini ada ruang bagi tradisi dan kreasi yang baik, sehingga ada variasi dari tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu yang lain. Jika dibarengi niat yang lillah, untuk meninggikan Dinullah dan tidak ada sesuatu yang melanggar syari’ah dalam mata acaranya, insya Allah bernilai ’ibadah.
Di lingkungan PKS, biasa diadakan peringatan maulid Nabi saw baik oleh DPP maupun struktur di bawah. Bahkan dianjurkan agar pelaksanaannya bekerjasama dengan masjid, lembaga keagamaan atau masyarakat sekitar. Para kepala pemerintahan kader PKS biasa memprakarsai atau mensponsori. Para da’i atau asatidz kader PKS biasa menjadi penceramah dalam peringatan ini.

d. Yasinan
Disebutkan dalam sebuah riwayat Imam Ahmad bahwa Surah Yasin merupakan qalbunya al Quran. Membacanya merupakan ’ibadah. Disepakati anjuran membacanya di samping orang yang sakit parah. Boleh dibaca untuk pengobatan dengan ruqyah syar’iyah. Boleh membacanya untuk yang sudah meninggal, menurut jumhur ulama. Sejauh ada pendapat yang membuka peluang ’amal, adalah tidak bijak menutupnya bagi siapa yang ingin melakukannya. Waktu membacanya luas, boleh siang apalagi malam dan pada waktu-waktu yang khidmat. Tidak perlu dibatasi pada waktu tertentu. Pertimbangannya adalah kesempatan dan kekhidmatan.

Membiasakan acara membaca al Quran atau memilih surat-surat tertentu, insya Allah merupakan ’adah shalihah atau tradisi yang baik. Memilih surat tertentu untuk dilazimkan dibaca, bukan karena mensyaratkan atau membatasi, tapi karena lebih menyukainya atau lebih familiar, insya Allah merupakan kebajikan, semoga Allah mempertemukan pembacanya dengan surat yang dicintai.

Secara umum, merupakan kebijakan dalam da’wah PKS untuk menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan (ihyaul sunnah al mahjurah) dan tradisi Islami yang menyemarakkan syi’ar Islam sebagai cerminan ketaqwaan.

Melalui bayan ini kami serukan kepada segenap pencinta kebenaran dengan semangat iman dan keadaban, agar tidak termakan oleh fitnah dan hasutan baik lisan maupun melalui selebaran gelap yang menuduh PKS adalah Wahabi dan bukan Ahlussunnah Wal Jama’ah. ”Berbuat dusta dan menyebarkannya adalah dosa besar” (HR Bukhori).

Hasbunallah wani’mal wakil, wahuwal muwaffiq ila aqwamith thoriq

Jakarta, 21 Syawwal 1429 /21 Oktober 2008
Dewan Syari’ah Pusat
Partai Keadilan Sejahtera

JANJI HIDAYAT-DIDIK UNTUK JAKMANIA DAN PERSIJA

Hidayat Nur Wahid, bakal calon Gubernur DKI Jakarta, berjanji akan membangun dua stadion sepak bola bertaraf internasional di Ibu Kota jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Dirinya menyatakan, sebenarnya Jakarta belum memiliki stadion yang baik, bahkan memiliki standar kelas dunia. Oleh karena itu, jika jadi orang nomor satu di Jakarta, dia akan berkonsentrasi untuk memajukan olah raga. Salah satunya dengan membangun sarana olah raga yang terbaik.

"Anda harus tahu Pemprov (DKI Jakarta) belum miliki stadion bertaraf internasional. Senayan itu milik Setneg, kemudian Lebak Bulus akan jadi subway. Kita akan bangun 2 stadion bertaraf internasional," jelas Hidayat saat ditemui wartawan di GOR Balai Rakyat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2012).

HNW berharap Jakarta tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia yang memiliki stadion terbaik. "Masa kalah dengan Bandung, mereka punya stadion yang hebat loh, yakni Jalak Harupat dan Siliwangi, masa Jakarta enggak punya. Kita harus punya," tambahnya.

Cagub yang diusung PKS itu juga mengungkapkan pentingnya membangun sarana olahraga seperti GOR dan Stadion sebagai sarana efekitif bagi warga Jakarta. "Sekalian olah raga, kawan-kawan pemuda dan masyarakat juga bisa menghadirkan Jakarta yang sehat. Tapi itu jadi sarana penting untuk masyarakat dan warga sehingga pikiran mereka tidak jenuh, dengan banjir, macet, dan masalah lainnya, sehingga mudah terprovokasi, tawuran atau pengedar dan pemakai narkoba," simpulnya.

sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/04/08/505/607551/hnw-janji-akan-bangun-stadion-bertaraf-internasional

Harapan Itu Masih Ada...

Untuk pada kader-kader PKS perlu diketahui bahwa manusia adalah sosok yang istimewa, memiliki indra perasa dan juga akal sebagai pembeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. begitu tingginya nilai akal bagi seseorang, karena tanpa akal manusia sudah tidak dapat dibedakan lagi dengan binatang. Bentuk penghambaan manusia terhadap akal terkadang bisa melupakan pada siapa yang telah menciptakan akal tersebut. Kita tidak pernah menafikan perintah Al Qur’an untuk menggunakan akal, agar selalu berfikir dan menganalisa. dan natijah (hasil) dari proses berfikir kita terhadap sesuatu apapun, disadari ataupun tidak, kita akan menyimpulkan bahwa hanya Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, bahwa Allah-lah yang Maha Besar dan paling berhak untuk disembah.
Ada segolongan manusia yang begitu mendewakan akal sehingga segala sesuatunya haruslah selaras dan rasional, puncak tertinggi dari golongan ini akan menghambakan dirinya terhadap akal, sehingga melupakan Dzat pemberi akal, yakni Allah Swt. Na’udzubillah. Dengan menyadari betapa Agungnya Sang Pencipta, pengabdian seseorang akan lebih tulus dan ikhlas karenanya, sebab keberadaan kita di muka bumi semata-mata untuk mengabdikan diri terhadap-Nya, sebagaimana difirmankan dalam Al Qur’an : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzaariyaat: 56).
pengabdian seorang hamba terhadap Tuhannya adalah sebuah proses untuk menuju ketaqwaan. Dalam ayat lain disebutkan tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa ; Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Baqarah: 177) manusia hanya bisa berusaha untuk meraih predikat “taqwa”, iman seseorang dan semangat untuk melaksanakan ritual keagamaan (sholat, puasa, haji, dll) tak pernah stabil, ia selalu berubah, terkadang bertambah dan terkadang berkurang seiring dengan kondisi kejiwaan ataupun lingkungan dimana dia tinggal.
kita hanya bisa terus berusaha sekuat tenaga untuk meraih predikat tertinggi dihadapan Tuhan, dengan terus saling mengingatkan antara sesama muslim, muhasabah annafsi (introspeksi diri), mengoptimalkan pemberian Tuhan berupa akal dan hati nurani sehingga menyadari akan kebesaran dan kekuasaan-Nya, berdzikir, membaca kalam-Nya yang tersirat dan tersurat, serta usaha-usaha lain untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya, karena harapan itu masih ada selama kita tetap pada jalur yang digariskan oleh pembawa risalah Tuhan yang terakhir, Nabi Muhammad SAW.